sponsor

Slider

AMP TV

Release

Nasional

Hukum

Dari Basis

Internasional

Ekspresi

Pernyataan Sikap AMP Hong Kong: 100 Hari Pemerintahan Jokowi-Jk Rejim Pencinteraan, Boneka Kaum Pemodal!

Pernyataan Sikap AMP Hong Kong terhadap 100 Hari Pemerintahan Jokowi-Jk
Pernyataan Sikap
Aliansi Migran Progresif (AMP-HK)

100 Hari Pemerintahan Jokowi-Jk
Rejim Pencinteraan, Boneka Kaum Pemodal!

100 Hari masa kepemerintahan rejim baru, buruh migran Indonesia di luar negri makin tak tentu nasibnya. Janji-janji kampanye yang dikumadangkan saat pemilihan presiden , tinggal janji semata. Masih segar dalam ingatan, betapa hiruk pikuknya para relawan menggalang tanda tangan untuk mendukung dan memilih Jokowi sebagai Presiden. Tak ketinggalan juga, permasalahan KTKLN menjadi alat paling jitu sebagai ajang kampanyenya. Sehingga berhasil membuat buruh migran kembali terjebak ilusi menyandarkan dan menitipkan perjuangannnya kepada Rejim. Namun seperti rejim yang sudah-sudah , suara didapat janjipun hilang melesat!
Tidak terealisasikannya penghapusan KTKLN, adalah bukti bahwa rejim sangat tunduk kepada pemodal. 


Pernyataan tentang penghapusan KTKLN pada acara blusukan dengan buruh migrant melalui Conference video call, sempat membuat buruh migran tersalut salut. Namun pernyataan tinggal pernyataan karena sampai detik ini KTKLN tidak pernah dihapus! Bahkan dengan ijin presiden , BNP2TKI akan memindahkan kartu tersebut menjadi satu dengan paspor dengan alasan KTKLN masih ada dalam undang undang pemodal bagi buruh migran yaitu UUPPTKILN no 39/2004 dan juga KTKLN berguna untuk Negara, namun bukan untuk BMI! ini adalah salah satu bukti bahwa Jokowi masih meprioritaskan kepentingan pemodal yang menumpang melalui UUPPTKILN. Bagaimana dengan permasalahan buruh migran lainnya?? Kontrak mandiri, overcharging, kewajiban masuk PJTKI, perbudakan hutang dan masih banyak lagi.

Di tanah air Jokowi-JK sebagai pemerintahan refresif, bengis dan anti demokrasi!

Buruh & rakyat di tanah air tahu persis bagaimana Jokowi - JK melalui aparatnya memperlakukan buruh, mahasiswa, Petani dan elemen rakyat lainnya saat menentang kenaikan harga BBM yang menyusahkan. Dijawab dengan kebengisan , kekerasan hingga menelan korban jiwa. Dan parahnya Jokowi - JK menganggap biasa. Kaum buruh pun mengalami hantaman refresifitas aparat ketika berjuang untuk upah layak, korban berjatuhan dan negara tetap membiarkan ini terjadi tanpa menunjukan keberpihakan terhadap kehendak kaum buruh.
 

Sementara petani masih saja terancam kehilangan tanahnnya yang akan dijadikan sebagai proyek-proyek para pemodal , sengketa Kendheng misalnnya sampai hari ini ibu-ibu pemberani di Rembang masih belum ada kejelasan tentang daerahnya dari ancaman pendirian pabrik semen.
 

Lapangan kerja yang sempit, Industri nasional yang sekarat dan liberalisasi yang terus mengancam.
 

Ditengah terus bertambahnya angkatan kerja dari setiap lulusan baru, semakin berlimpahnya tenaga kerja. Tanpa dijawab dengan ketersediaan industri nasional yang mampu menyerap. Membuat antrian panjang pencari kerja dan tak tertampung, sehingga melemparkannya menjadi pengangguran baru dan memicu para lulusan ini menjadi tenaga buruh migran murah di Negara lain. Pemerintah Bukannya membangun dan menguatkan industri nasional berbasis kerakyatan, Jokowi - JK justeru membuka semakin lebar pintu untuk investor. Menggenjot pembangunan infrastruktur untuk eksploitasi habis - habisan sumber daya alam dan manusia indonesia. Dalam lawatannya keberbagai negara, Jokowi menjajakan indonesia. Disampaikan dalam forum forum di asia dan internasional seperti, APEC 2014, KTT ASEAN dan KTT G20.

Jokowi Bukanlah Kita
100 hari memerintah dan selama itu pula Jokowi - JK telah menjadi operator yang tunduk dan berguna bagi apa yang diinginkan “ tuan modal dan kehendak elit politik borjuasi negeri ini.” Akan demikian selanjutnya Jokowi - JK menjalankan kekuasaannya. Nawacita sebagai visi misi Jokowi - Jk sama sekali tidak mencerminkan keberpihakannya bagi kaum buruh, buruh migran dan rakyat indonesia namun lebih justeru menjadi duka cita bagi kaum buruh , buruh migran dan rakyat Indonesia.


Beberapa waktu belakangan ini Jokowi - JK semakin memperterang ketertundukannya pada Partai, kroni dan elit borjuasi. Bagaimana kaum buruh dan rakyat dipertontonkan “keragu - raguan” Jokowi - JK atas semangat rakyat yang menginginkan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Bagaimana rakyat dibuat jijik oleh sikap dan pernyataan menteri nya yang melecehkan semangat rakyat. Mencerminkan isi kepala, cara berpikir dan bagaimana menjalankan pemerintahannya ‘ yang tidak jelas kedepannya”!

   
Semakin jelas sudah, bagaimana wajah asli kepemerintahan Rejim Jokowi-JK yang dulu dipermak begitu merakyat dengan pencitraan blusukan.
 

Kami dari Aliansi Migran Prgresif di Hong Kong tidak sedang menagih janji kepada Jokowi, karena dari awal kami tidak pernah menitipkan perjuangan dan janji-janji pada pemerintah.

Anggota AMP-HK : WIC,SERPAN, INA, IMMI, HARMONI, Kencono Wungu, Singo Umboro, KOBUMI, UNIMIG,OBLO, PEDE HK

Reference:
Koordinator Utama : Ryan Aryanti , 96846609
Wakil Koordinator : Umi sudarto, 95491924


Kembalikan Upah, Tanah, Kerja Layak untuk Kesejahteraan Rakyat - Bukan untuk Pemodal!

Release Acara Halal Bihalal AMP-HKG

AMP

(Referensi : Yuni 9139 1571)

''Jalin dan eratkan tali silahturahmi antar Organisasi massa BMI, dengan seni dan budaya wujudkan persatuan di garis perjuangan Buruh Migran serta kaum tertindas lainnya''

Itu adalah tema yang di ambil oleh Aliansi Migran Progresif HongKong (AMP-HK) dalam acara halal bihalal yang di selenggarakan pada hari minggu 24 Agustus 2014 bertempat di Tenda Putih Atas. 

Acara yang mayoritas di hadiri oleh anggota Organisasi di Aliansi Migran Progresif HongKong (AMP-HK) serta tamu undangan tersebut berjumlah tidak kurang dari 150 orang, selain bertujuan untuk menjalin dan mempererat tali silahturahmi antar Organisasi massa BMI, dalam pidato pembukaan nya Ryan Aryanti sebagai Koordinator utama AMP-HK menyampaikan bahwa acara tersebut juga merupakan ajang konsolidasi bagi seluruh anggota Organisasi yang tergabung di Aliansi Migran Progresif untuk lebih maju bersemangat membangun dan memperkuat Organisasi masing-masing, dengan tetap memegang komitmen persatuan dalam perjuangan melalui seni dan budaya, karena besarnya organisasi berarti besar pula AMP, majunya organisasi maju pula AMP. 

Selain di meriah kan dengan lomba Fashion Baju Muslim Casual dan lomba Lawak dalam acara Halal Bihalal juga di umumkan pemenang lomba menulis CERPEN yang sebelumnya di buka untuk umum, dengan tema ''Ramadhan dan Perjuangan di Negeri Beton'' dari masing-masing perlombaan tersebut di ambil 3 pemenang untuk setiap kategori perlombaan, setiap pemenang berhak menerima piala dan sertifikat penghargaan dari AMP dan masing-masing pemenang untuk lomba cerpen, Juara pertama di raih oleh Indira Margaretha dengan judul tulisan ''Tuhan ada di antara mie dan telur'' di susul juara ke dua hasil karya Yulia dan juara ketiga oleh Diana prabandari, sementara untuk lomba fashion juara pertama di raih oleh Arin,juara ke dua Iin, juara ke tiga Ita dan kategori lomba lawak juara pertama jatuh kepada group Waria Owok, juara ke dua dari group OBLO, dan juara ke tiga dari group Esto. 
selain menggelar berbagai perlombaan suasana acara semakin meriah dengan tampilan kesenian dari masing-masing organisasi yaitu dari Ijo Ne Assolole, SERPAN, IMMI, OBLO, Singo Umboro dan Wanodya Indonesia Club di tampilkan. 

Umi sudarto sebagai wakil koordinator AMP juga menyampaikan pesan dalam pidato nya bahwa perjuangan AMP tidak akan pernah sampai pada tujuan jika tidak ada persatuan kekuatan dan kesadaran dari seluruh kawan Organisasi yang telah terorganisir, untuk itu perlu kita sadari apa pentingnya berorganisasi dan perluasan jangkauan informasi di tengah berbagai permasalahan yang di hadapi buruh migran, bahwa organisasi adalah sebagai media dan alat propaganda untuk saling belajar tentang banyak hal khususnya mengenai hak dan kewajiban sebagai Pekerja Migran di sektor rumah tangga, dengan usaha perluasan jangkauan informasi melalui organisasi organisasi di harap akan meminimalkan kasus kasus kekerasan, perampasan dan penindasan yang terjadi terhadap BMI. 

DIAM DI TINDAS...!! 
TUNDUK DI TINDAS..!!
ATAU BANGKIT MELAWAN!!!! 
BANGKIT MELAWAN!!!!

-------------------------------------------------------------------------------------
Info:
Juara lomba menulis Cer-pen yang diadakan oleh Aliansi Migran Progresif ( AMP-HK )

juara 1 : 
Judul cerpen : TUHAN ADA DIANTARA MIE DAN TELOR
Karya : Indira Margareta

Juara 2
Judul cerpen : PEREMPUAN PEMBACA DO'A
karya : Yulia( Aliva Dewi )

Juara Ke 3
Judul cerpen : CATATN BIRUKU
Karya : Diana Prabandari

Selamat kepada Para pemenang, terus berkarya menjadi BMI yang bermartabat!

Terimakasih Tak terhinggga untuk dewan Juri yang telah bekerja keras menyaris semua naskah dan memberikan masukan ttg bagaimana menulis dengan baik, semoga bisa melahirkan cerpenis cerpenis yang bisa menjadi alat perjuangan buruh migran dan rakyat tertindas lainnya.

Peringatan 1 Juli: Ratifikasi C.189 dan Naikkan Upah Menjadi 4500 Dollar Hong Kong

Ratifikasi C189
Peringatan 1 Juli

Press Release Aliansi Migran Progresif

Referensi :
Ryan Aryanti

Selasa, 1 juli 2014. Aliansi Migran Progresif (AMP) beranggota 7 organisasi dan massa luar pekerja rumah tangga lainya, melakukan aksi dari daerah titik kumpul lapangan causwebay palem-palem sepak bola menuju ke Central Goverment Office (CGO). Aksi yang untuk pertama kali diikuti oleh barisan dari AMP ini menjadikan hal yang paling berkesan karena mampu sampai tembus keluar dari garis lapangan yang di blokade oleh polisi lokal, dengan hanya membuka satu pintu keluar saja. 

1 juli yang setiap tahun di peringati karena " kembalinya China dari kekuasaan tangan Inggris bukan dengan perayaan bersenang senang namun dengan aksi besar besaran dalam berbagai tuntutan kepada pemerintah an Hongkong. Aksi tanggal 1 Juli tahun ini melibatkan massa sekitar kurang lebih 500 ribu pendududuk lokal atau pun non lokal.

Mari kita sejenak membyangkan seandainya bangsa kita sadar bahwa perubahan bukan di tangan pemerintah tapi ada di pergerakan rakyat sendiri, atas dasar kesadaran seluruh rakyat Indonesia untuk turun aksi, menuntut ke pemerintahan Indonesia. Maka bisa di pastikan kemenangan itu ada di depan mata kita, namun kenyataannya rasa malas dan nerima apa adanya akan kesengsaraan yang di ciptakan oleh pemerintah kita melalui peraturan dan kebijakan merugikan adalah Warisan budaya nenek moyang yang cenderung pasrah akan nasib, adalah senjata untuk kaum penindas dalam menghisap rakyat nya sendiri. 

Menghapus peraturan batas visa dua minggu bagi pekerja rumah tangga yang diputus kontrak serta Menuntut kenaikan gaji, bebas memilih stay in atau stay out saat kita dihadapkan pada keselamatan kerja bahkan sampai pelecehan seksual menjadi tuntutan kita.
Masih menurut yulia dari Ikatan Migran Muslim Indonesia (IMMI), bahwa aksi tahun ini lebih banyak massa dibanding tahun-tahun kemarin. Biarpun terik matahari yang menyengat dan hujan deras mengguyur, tak menyurutkan kawan kawan AMP untuk terus maju di garis perjuangan. Luar biasa!

Dijelaskan juga oleh Ryan Aryanti Koordinator utama AMP bahwa perjuangan kita tidak akan berhenti Hanya sampai di sini selama tuntutan utama kita kepada pemerintah Hongkong belum dipenuhi yaitu Ratifikasi C.189/ peraturan dari ILO tentang hak perlindungan PRT dan untuk kenaikkan gaji menjadi $4500 kita akan melihat apakah pemerintah HongKong mau memenuhi jumlah yang kita tuntut atau hanya memberikan kenaikan sedikit seperti tahun tahun kemarin meski perekonomian HongKong sendiri sudah membaik. 

Selama peraturan yang tIdak memihak kepada PRT migran, selama perlindungan hukum bagi PRT berkasus masih tetap cenderung memihak kepada majikan, maka barisan ,, organisasi dalam wadah AMP akan terus mengkritisi kebijakan pemerintah HongKong tegas Ryan Aryanti 

We are worker 
We are not slave !!
Long live Internasional solidarity !!!

Press Release: Aliansi Migran Progresif (AMP-HK) Menuntut Perlindungan Sejati


Referensi: Umi Sudarto
Phone : +85266757652

Melihat kondisi rakyat Indonesia yang mayoritas hidup di bawah tekanan garis kemiskinan karena minimnya lapangan pekerjaan, murahnya upah buruh, mahalnya kebutuhan pokok, tingginya harga pendidikan serta maraknya perampasan tanah rakyat oleh pemerintah Indonesia yang di sokong oleh peran Imperialis memaksa rakyat miskin terpaksa harus bermigrasi menjadi buruh murah ke luar negeri, yang kepergiannya bertujuan untuk memperbaiki kondisi ekonomi 
Namun kenyataan impian tak semudah apa yang diharapkan karena berbagai permasalahan menjadi BMI sering kali bermunculan.

Minggu 15 juni 2014 ,dalam rangka memperingati hari PRT-Internasional yang ke tiga. Aliansi Migrant Progresif (AMP) Menggelar aksi demo didepan KJRI -HK. Dalam aksi yang dihadiri oleh anggota organisasi AMP dan massa luar yang ikut gabung tidak kurang dari 90 orang, bergerak menuntut perubahan dan perbaikan bagi perlindungan BMI yang mengacu pada konvensi ILO C189, mengingat kondisi BMI sejak adanya program ekspor buruh murah atau yang lebih tepat du sebut " Program Perdagangan Rakyat Indonesia ke luar negeri " sangat rentan dan banyak sekali kasus-kasus seperti pelecehan seksual, penganiayaan dan bahkan eksploitasi fisik yang terjadi dikalangan BMI.Sikap pemerintah yang melakukan Pelimpahan tanggung jawab dalam perlindungan pada swastanisasi didukung lagi belum adanya memotorium kedua pihak antara pengirim dan negara penerima tenaga kerja memicu banyaknya permasalahan di atas. 

Maka kami menuntut perubahan yang sejati kepada pemerintah Indonesia dengan menyikapi lebih serius segala permasalan BMI di Hong Kong khususnya dan BMI di negara penempatan lainya agar sistem perlindungan lebih berpihak kepada BMI bukan majikan dan agensi. mengingat banyaknya kasus kasus kekerasan dan. penindasan yang bermunculan, dan ini bukan terjadi pada PRTA dari Indonesia saja, tapi juga dari negara lain" Jelas Ryan sebagai penanggung jawab aksi

Dalam aksi tersebut juga disampaikan permasalahan - permasalahan BMI-PRT di Hong Kong khususnya, salah satunya adalah kontrak mandiri yang benar benar menjadi kebutuhan BMI agar terlepas dari sistem perbudakan hutang oleh agency melalui potongan gaji 

Terciptanya alat pemerasan bernama KTKLN menjadi momok bagi BMI untuk lebih tenang dan senang saat pulang ke kampung halaman, meski Permen No 4 tahun 2013 mengatakan bahwa KTKLN hanya diberlakukan bagi BMI yang pertama kali ke luar negri. Namun pada prakteknnya banyak BMI yang masih dicekal di bandara-bandara di Tanah Air, jelas Ani dalam orasinya tentang KTKLN.

Syistem Online dan pelarangan pindah agen menjadi salah satu dari tuntutan AMP untuk segera dihapus, karna kebijakan KJRI yang menciptakan system ini hanya menguntungkan bagi agency dan PT saja untuk melegalkan jeratan pada BMI agar tidak pindah agen sebelum dua tahun masa Kontrak habis. Dan peraturan ini semakin membuat BMI terjerat pada potongan yang tinggi. Belum lagi agen nakal yang suka memprovokasi majikan untuk menginterminit pembantunya, jelas Amooy dari SERPAN.

Dari Organisasi Bocah Lali Omah ( OBLO ) juga menjelaskan biaya agen yang tinggi karna adanya peraturan seperti syistem Online dan di dicabutnya perijinan Kontrak mandiri pada 2004, Disitulah akar perbudakan hutang kembali bermunculan dalam kasus overcharging sering yang menimpa buruh migran Indonesia karna harus membayar biaya Agen terus menerus dan di benarkan oleh Ryan Salah satu Koordinator aksi, yang juga menyampaikan bahwa tanggal 16 Juni adalah hari PRT internasional dan.AMP tidak akan berhenti untuk menuntut pemerintah Indonesia agar secepatnya meratifikasi C189 sebagai undang-undang aturan kerja layak untuk BMI-PRT yang berada diluar negeri, maupun di seluruh Indonesia, bukan dan tidak hanya sanggup untuk menandatangani saja. namun juga harus mengesahkan,  menetapkan dan menerapkan. Selain orasi dari semua unsur anggota AMP, juga dibacakan statemen AMP yang berisi tuntutan aksi kepada pemerintah Indonesia yang dibawakan oleh Sifa Nurhasanah dari IMMI-HK (Ikatan Migran Muslim Indonesia)

AMP juga menuntut KJRI HK dalam perbaikan pelayanan publik, khususnya terhadap BMI yang mengadukan kasus dan masalahnya ke KJRI jelas Umi Sudarto menuntup aksi ini di tambahkan pula oleh Umi Sudarto bahwa Selama ada peraturan yang merugikan, selama hak BMI terus dirampas disitulah basis perlawanan akan terus dikobarkan karena jika perjuangan BMI berhenti maka perbudakan modern tetap akan ada.

Acara aksi yang. berlangsung selama 1 jam tersebut sebelumnnya juga di adakan acara lingkaran Aksi dan penggalangan dana untuk KARTIKA dan MELINDA serta memahamkan massa tentang hari PRT sedunia dan permasalahanya, AMP juga menggelar lingkaran aksi yang diisi dengan pendidikan pemahaman permasalahan BMI-PRTA di Hong kong dan tanah air dan digelar pula dengan berbagai acara pentas seni BMI dari organisasi anggota Aliansi Migran Progresif (AMP)

Hidup buruh migran Indonesia !!! Jayalah AMP !!! 
Jayalah perjuangan rakyat tertindas!!!

Press Release: Aliansi Migran Progresif untuk May Day 2014

May Day 2014
May Day 2014

AMP-HK, Hong Kong - 1 Mei sudah menjadi semangat perlawanan mendunia bagi kelas buruh. Semangat yang diawali dengan sejarah perlawanan berdarah-darah itu selalu menjadi momen tuntutan perubahan bagi kesejahteraan kaum buruh.

Berawal dari perlawanan aksi mogok buruh pabrik sepatu Cordwainer di Amerika, terungkap fakta pekerja di era itu benar-benar diperas keringatnya. Mereka harus bekerja 19-20 jam per harinya. Padahal sehari hanya 24 jam. Artinya para pekerja itu hanya bisa beristirahat 4 jam dalam sehari, dan mereka tidak punya kehidupan lain di luar bekerja untuk perusahaan yang membayar mereka. Hingga pada tahun 1827, seratus pekerja lainnya melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut pengurangan jam kerja.

Aksi mogok sebagai tanda perlawanan itu menuntut 8 jam kerja , 8 jam istirahat dan 8 jam waktu bagi keluarga. Perlawanan yang terus menyebar di berbagai negara mengundang sikap fasis dari penguasa yang malah semakin menumbuhkan kekuatan melalui serikat serikat buruh yang terbentuk. Kongres pertama serikat buruh yang sangat bersejarah diselenggarakan pada tahun 1886 di Jenewa yang telah melahirkan dan menetapkan 1 Mei sebagai hari buruh sedunia.

Melihat kembali pada sejarah perlawanan buruh, kondisi kerja dan kesejahteraan kaum buruh hari ini masih sama dengan kondisi sejarah awal perlawanan. Bahkan di tengah zaman yang sudah moderen kondisi perbudakan terlihat jelas dimana-mana. Kaum buruh di tanah air dengan penghasilan yang sangat minim dipaksa memenuhi kebutuhan pokok yang semakin hari semakin mahal. Sistem inilah yang membuat buruh terjebak untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan cara bekerja lembur agar bisa mendapatkan upah yang lebih untuk memenuhi kebutuhan bagi keluarganya (kebutuhan pokok sehari hari, tempat tinggal, pendidikan anak anaknya, dll.). Kondisi terpaksa ini benar-benar jauh dari kata sejahtera.

Hal serupa juga terjadi pada sektor buruh tani dan nelayan, bahkan pada petani itu sendiri. Tuntutan biaya hidup yang tidak sesuai dengan upah kerja, banyaknya lahan pertanian yang dirampasi mengakibatkan petani dan buruh tani memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan sebagi petani dan beralih ke sektor buruh pabrik hingga sektor buruh migran dengan harapan bisa mengubah hidup menjadi lebih baik. Namun kenyataan pahit yang harus selalu ditelan di setiap pilihan yang dihadapkan kepada kaum buruh. Baik itu buruh pabrik maupun buruh migran!

Pemerintah Indonesia sudah puluhan tahun menjalankan program pengiriman buruh murah ke luar negeri, dengan dalih mengatasi penggangguran. Namun pemerintah masih sangat lamban memberikan perlindungan kepada warganya! Kasus-kasus kekerasan banyak menimpa Buruh Migran Indonesi (BMI), dari kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian hingga kasus hukum pancung yang harus dihadapi oleh BMI yang melakukan kesalahan karena membela diri. Sikap pemerintah sangat pasif untuk melakukan pembelaan terhadap perlindungaan warga negaranya di luar negeri! Melihat kenyataan seperti itu, kami sering bertanya bukankah menjadi BMI adalah sedang menjalankan tugas negara yang karenanya harus dilindungi setiap haknya? Namun yang terjadi adalah sebaliknya, pemerintah lebih banyak bicara pada berapa jumlah BMI harus dikirim tiap tahunnya untuk meningkatkan devisa yang masuk dan dikorupsi. Terbukti pengiriman buruh migran tiap tahun selalu bertambah dan melalui UU 39/2004 melemparkan tanggung jawab perlindungan kepada PJTKI dan agen yang terbukti hanya memeras BMI melalui biaya penempatan yang sangat tinggi, selain upah yang rendah dengan jam kerja yang panjang! Hal inilah yang menjadi akar permasalahan mengapa buruh migran tidak sejahtera bahkan banyak yang terlibat kasus terjerat hutang di luar negeri. Untuk bisa mengirim uang ke rumah, kami harus rela menunggu membayar potongan agen selesai, kami harus rela hidup sangat sederhana agar kami bisa mengirim uang untuk biaya anak-anak kami sekolah dan lain-lain! Pengekangan terhadap hak-hak kami sebagai buruh pun semakin banyak. Perampasan upah melalui asuransi dan KTKLN, pembekuan hak kontrak, pelarangan pindah agen melalui sistem online dari KJRI semakin membuat kami sebagai BMI terjebak menjadi budak!

Kondisi buruh migran yang sudah terjerat dengan berbagai aturan pemerintahnya sendiri ini semakin diperparah oleh peraturan pemerintah negra penempatan. Di Hongkong misalnya, kasus-kasus kekerasan dan eksploitasi jam kerja yang menimpa BMI adalah akibat diwajibkannya tinggal serumah dengan majikan. Tidak dimasukannya gaji buruh migran ke dalam aturan undang-undang upah minimum standar membuat BMI terancam upah yang tidak pasti. Aturan visa yang dibatasi hanya dua minggu, membuat BMI tidak bisa memilih majikan dan terpaksa menerima majikan apapun agar tidak kehilangan pekerjaan dan berbagai macam bentuk diskriminasi lainnya.

Melihat kembali kondisi buruh hari ini sama persis dengan kondisi buruh pada tahun 1800-an, maka sudah menjadi keharusan bagi kita menekan pemerintah agar mengubah segala kebijakan yang tidak berpihak kepada buruh!

Kami dari Aliansi Migran Progresif yang berada di Hongkong (AMP-HK) menuntut kepada pemerintah Indonesia untuk:

Hentikan peramapasan tanah petani agar petani tidak kehilangan pekerjaannya !!

Ciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat dengan membangun industri industri nasional dengan gaji layak, sehingga rakyat tidak menjadi buruh murah di negara lain untuk memenuhi kebutuhannya !!

Wajib belajar 12 tahun dan beasiswa untuk rakyat miskin dan anak buruh untuk meningkatkan kemampuan buruh bagi dirinya maupun pekerjaannya !!

Berikan perlindungan sejati kepada buruh migran dengan mengacu pada aturan perburuhan Internasional C189, agar buruh migran tidak diekploitasi dan diperbudak !!.

Cabut UUPPTKILN No 39/2004 dan ganti dengan UU yang berpihak kepada buruh migran dan keluarganya!!

Hapus KTKLN dan asuransinya, turunkan biaya agen, dan berlakukan kontrak mandiri!!

Sementara kepada pemerintah Hongkong kami menuntut:

Abolish two weeks rule.
Make live out an option to make domestic workers have more rights as Human and as Workers!

No discrimination, yes to inclusion!

Wage increase up to HK $4.500.

Include FWDs (Foreign Domestic Workers) to SMW(Statutory Minimum Wage) in Hongkong!


1 Mei adalah momentum perubahan!

BURUH BERSATU MENUNTUT KEADILAN

BURUH BERSATU MENUNTUT PERUBAHAN

BURUH BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN

Hongkong, 01 Mei 2014

Rilis ini juga diterbitkan di IslamBergerak

Poster Himbauan AMP Untuk Aksi May Day 2014

May Day 2014
Poster May Day 2014
Merahkan MAY DAY bersama AMP mengundang seluruh Buruh Migran bergandeng tangan memperkuat persatuan..& akan kita teruskan dengan aksi turun ke jalan... menuju KJRI dan di lanjut jalan Ke CGO...besok tgl 1 mey 2014.

Semangat Kartini Semangat Pembebasan Buruh Migran

Peringatan Hari Kartini 2014
Hari Kartini, Semangat pembebasan

Press Release AMP (Aliansi migrant progresif)

Semangat Kartini Semangat Pembebasan Buruh Migran 
Referensi: Ryan Aryanti


Victoria Park, Cousewey Bay.
Aliansi migran progresif (AMP) yang beranggotakan, Wanodya Indonesia Club (WIC), Indonesia Migran centre (IMC), Ikatan Migran Muslim Indonesia (IMMI), Ijone Asolole (INA), Serikat Pekerja Melawan Penindasa (SERPAN) dan Organisasi, Bocah Lali Omah (OMBL ) menggelar aksi peringatan semangat Kartini dengan mengadakan beberapa perlombaan rakyat dan menulis puisi dengan tema "Perjuangan Kartini Moderen "

Acara ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan menciptakan semangat antara sesama anggota AMP dalam memperingati hari Kartini yang jatuh tanggal 21 april kemarin. Kami berharap aliansi ini bisa memperkuat perjuangan BMI maupun anggota AMP sendiri . Semangat Kartini adalah semangat pembebasan dan kami menuangkanya dalam lomba yang kami adakan. Dan harapan kami melalui acara ini kawan paham makna perjuangan RA Kartini sebagai penggerak motivator perempuan di tanah air, " tutur koordinator Ryan Aryanti" 

Dalam acara tersebut diisi juga dengan pendidikan tentang pelecehan seksual dan diskriminasi terhadap buruh rumah tangga asing di HongKong. Pendidikan yang diisi oleh Devi Novianti dari EOC (equal opurtunity commision) dalam pertemuan itu, menjelaskan bahwa buruh migran sering sekali terjadi pelecehan seksual, dikarenakan pemerintah HongKong mewajibkan stay in dirumah majikan , sehingga buruh migran tidak bisa memilih antara stay out atau stay in ketika majikan melakukan tindakan kekerasan seksual karna adanya kesempatan majikanya .

Acara ini semakin meriah saja ketika perlombaan mewarnai program dikegiatan ini, karna tidak hanya pidato yang mengenai " kondisi perempuan migran di HongKong dan kondisi perempuan ditanah air " namun juga bagi bagi hadiah untuk penonton. Acara ini bukanlah hal biasa saja namun penyaluran bakat yang menjadikan luar biasa oleh Kartini- Kartini modern, karna semangat Kartini akan menyala dalam jiwa Perempuan- perempuan penerus bangsa. Perjuangan ini tidak akan berhenti sampai disini, karna saat ini perempuan masih diperas tenaganya, dan menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Acara yang dimulai dari jam 12 sampai jam 5:30 berlangsung sangat meriah. Acara ditutup dengan doa bersama yang di pimpin oleh kawan IMMI yang ditujukan untuk kawan BMI yang sedang kena musibah dan menghadapi hukuman mati. 

Selamat untuk para pemenang dan tetap teruskan perjuangan ini dan jangan sampai berhenti di acara ini saja, namun harapan kedepanya mampu mencetak kartini yang militan, progesif dan maju. Amin

Jayalah AMP
Jayalah perjuangan buruh migrant
Jayalah perjuangan rakyat Indonesia.

Hidup rakyat Indonesia
Hidup buruh migran Indonesia