Slider
AMP TV
Release
Nasional
Hukum
Dari Basis
Internasional
Ekspresi
Ekspresi
Lawak Rondo Kenyih WIC Halal Bihalal AMP 2014
By: Unknown on 22:29 / comment : 0 Ekspresi
Ekspresi Tari Sri Penganti, Halal Bihalal 2014
By: Unknown on 22:17 / comment : 2 Ekspresi
Puisi: Catatan Pada Selembar Daun
By: Unknown on 22:00 / comment : 2 Ekspresi
![]() |
| dok. lentera-pembebasan |
Ada derai anak anak
Bertelanjang dada
Tak beralas kaki
Wajah sendu
Menantang
Matahari
Tanah...
Pasir dan ,
Batu batu kali
Tempat bermain
Menumpah senang
Terancam hilang, oleh
Kekuatan alat alat perang Mengerikan, sepanjang jaman
Tragedi Rembang,
Perempuan perempuan
Tangguh, melawan
Demi tanah,
Tumpah
Darah.
oleh. Ilalang Victoria
Sistem Online, Sistem Perbudakan
By: Unknown on 19:44 / comment : 0 Ekspresi
![]() |
bikin peraturan gak pernah pakai hati
Janji Lindungi, tapi ngapusi
SE 2524 itu bukti ...
sistem on line sekarang di terapkan
Tambah susah, tambah repot , tambah edan
banyak BMI yang jadi korban
Sampai kita kehilangan pekerjaan
interminate pasporkupun di tahan
masuk agen bayar dobel potongan
ke KJRI, minta bantuan
pingin kerja malah aku di pulangkan
sistem on line sungguh tak ada guna
kontrak mandiri, itu solusi nyata
Hapus segera, undang-undangnnya
bayar agen gaji satu bulan saja
ayo kawan jgn engkau diam saja
atau engkau jadi korban berikutnya
Ke KJRI, demo bersama.
Rebut kembali hak migrant Indonesia!
Hongkong, 8 Pebruari 2012
Oleh. Ilalang Victoria
Cerpen: Perempuan Palm
By: Unknown on 18:17 / comment : 0 Ekspresi
![]() |
Oleh. Ilalang Victoria
Di bawah pohon palm, ia terduduk memegangi kalkulator. Tak henti hentinya matanya yang sudah sedikit kabur me-nge-cek angka angka yang keluar. Perempuan berbalut baju batik biru dengan rambut diikat sederhana tak percaya dengan hitungan kalkulator yang baru dibelinya dari lelaki cina penjual keliling di Victoria Park. Ia mengulangi perhitunganya lagi tentang list di atas kertas yang ia letakkan di lantai taman dan diganjal dengan mangkok bakso yang telah kosong agar tidak terbang ditiup angin. Udara yang panas menambah gerah tubuhnya yang lumayan gemuk, sambil sesekali menyeka keringatnya ia menggumam " ini pasti kalkulatornya yang salah, nanti klo ketemu orangnya pasti aku habisin dia dengan bahasa kantonisku. Biar nyaho, tau rasa menipu orang seenaknya dengan dagangannya" ia kesal dan melanjutkan perhitungannya .
Awal bulan Mei kemarin adalah bulan ke delapan ia bekerja di hong kong. Sudah bisa dipastikan bahwa ini adalah gaji pertama yang bisa ia nikmati secara utuh, 4010 dollar. Akh ditatapnya empat lembaran uang ribuan dan satu lembar sepuluh dollaran. Dan tiba tiba ada embak embak mengulurkan kotak donasi untuk yatim piatu didepannya, kaget bercampur bingung hampir saja lembaran seribuan masuk ke kotak tadi "Eh salah ambil mbak maaf, seharusnya yang warna ungu ini" Ia tersenyum malu sambil mengganti lembaran duit berwarna ungu bernilai sepuluh dollar. " Nanti ya aku sedekah lebih banyak klo hutangku di kampung lunas " Bisiknya dalam hati.
Kembali ia menghitung untuk yang ke empat kalinya List di atas kertas tadi. Penasaran dan masih tidak percaya, Ia memindahkan list itu ke buku yang baru dibelinya untuk diary atas anjuran mbak Nani kemarin. " Emm.. Sik tak pindah-e " Ia berguman lagi.
List kebutuhan :
1. Kebutuhan pribadi (Shampho, sabun, sikat gigi , pembalut, Panadol, kopi, perfume, kartu telepon, jatah sodakoh, jatah libur) - 1000
2. Biaya sekolah Genduk dan adiknya - 2000
3. Bayar hutang ke yu Yanti - 500
4. Sisanya buat ngirim Emak, 500.
Dihitungnya jumlah gaji yang tadi malam diterimanya, masih sama. Tak bersisa. Ternyata bukan Kalkulatornya yang salah, tapi upahnya yang memang rendah.
Seminggu kemudian, ia libur bermodal tikar dan buah buahan serta Coet. Ia menggelarnya dibawah pohon palm. Pembeli berdatangan, kepandainnya meramu rujak buah mendatangkan rejeki. Tiga ratus sampai lima ratus dibawanya pulang setelah libur, lima kotak amal jadi langganannya untuk diisi setiap minggu. Dua bulan berjalan, Minggu kedua di musim panas petugas Victoria menemukannya sedang bertransaksi rujak dengan salah satu pelanggannya. Tanpa ampun, ba bi bu... Rujak dan alat dagangnya masuk ke kranjang sampah, Ia masuk ke mobil merah!!
"Ya Tuhan, susahnya rejeki kujemput. Bukankah aku tidak mencuri?" Matanya berlinang, Ia digelandang. Puluhan pelanggan kehilangan.
Poster Himbauan AMP Untuk Aksi May Day 2014
By: Unknown on 06:25 / comment : 0 AckNOW, Ekspresi, Press Release
Ucapan hari Kartini dari IMMI
By: Unknown on 06:33 / comment : 0 Dari Basis, Ekspresi
![]() |
| IMMI Hong Kong |
Asalamualaikum wr.wb...selamat pagi kawan" ..selamat beraktifitas..
Saya Arin (IMMI) mengucapkan terimakasih buat AMP (Aliansi Migran Progresif) & keluarga besar IMMI (Ikatan Migran Muslim Indonesia- HK) yg telah memberi kesempatan saya untuk berkarya dalam Pena & terimakasih untuk hadiah terindahnya..
TETAP BERGANDENG TANGAN BERSATU DALAM GARIS JUANG !!!!
Terus lahirkan Generasi " KARTINI MODEREN ..
IMMI Kayauu
Subscribe to:
Posts (Atom)
Populer Minggu Ini
Dapatkan Update Artikel dari AMP Hong Kong secara gratis.
#AMP TAG
- AckNOW (10)
- AMP TV (18)
- Dari Basis (11)
- Ekspresi (8)
- Hukum (8)
- Internasional (8)
- Kampanye (8)
- Member AMP (3)
- Nasional (5)
- Opini (1)
- Press Release (7)
- Solidaritas (3)







